Whois adalah
Blog & Website, Home, Tips & Trick

Mengenal Apa Itu WHOIS dan WHOIS Privacy

WHOIS adalah sebuah database yang berisi informasi detail mengenai pemilik domain.

Setiap kali akan ingin mendaftarkan domain baru, pasti pengguna akan diminta mengisi data-data secara lengkap sebagai penanggung jawab atas sebuah domain.

Data-data yang masuk ke dalam WHOIS tersebut dapat diakses secara bebas dengan mudah.

Secara umum, hal ini tentu membuat siapa saja dapat mengetahui informasi detail orang lain melalui WHOIS.

Sehingga pemilik domain harus melindungi data-datanya menggunakan WHOIS protection.

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan WHOIS dan bagaimana cara kerjanya?

Mari pahami artikel berikut ini.

Apa Itu WHOIS?

WHOIS adalah database publik yang mengumpulkan dan menyimpan informasi ketika seseorang mendaftarkan domain atau memperbarui pengaturan DNS.

Tentu adanya WHOIS bukan tanpa alasan, yaitu dapat mengidentifikasi pemilik domain dengan mudah.

Mengingat di era digital sekarang ini justru banyak beredar informasi palsu dari banyak situs, maka WHOIS adalah sebuah ‘senjata’ yang ampuh untuk mencari penyebar hoax.

ICANN (international corporation for assigned names and numbers) adalah sebuah perusahaan yang mengatur adanya WHOIS.

Sejak 1982, ICANN sudah mengelola WHOIS dan menganggap WHOIS sebagai layanan yang gratis dan tersedia untuk umum yang di dalamnya menyimpan kontak dan informasi teknis dari pemilik domain.

Sebenarnya, data pendaftar domain yang disimpan di WHOIS terletak di lokasi yang berbeda, dan dikelola oleh registry dan registrar yang berbeda.

Registry adalah pemilik ekstensi domain, seperti Verisign yang memiliki ekstensi .COM dan .NET, tetapi mereka tidak menjualnya.

Sedangkan domain dijual dan didaftarkan melalui registrar yang berbeda, seperti Domain.com.

Di samping WHOIS menyediakan informasi secara publik, rupanya ada sisi menguntungkan tentang WHOIS.

Ketika ada pengguna yang ingin mendaftarkan domain dan sayangnya domain tersebut telah didaftarkan oleh orang lain, maka pengguna tersebut dapat menemukan siapa pendaftar domain untuk dihubungi.

Nantinya, mereka dapat saling berkomunikasi tentang pengalihan kepemilikan domain dengan syarat tertentu berupa uang atau lainnya.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Blog, Cepat!

Informasi yang Disimpan di WHOIS

Saat mendaftarkan domain, pengguna harus memasukkan data asli dan akurat, jika memalsukannya maka ICANN akan ‘menghukum’ dengan menangguhkan domain.

WHOIS ADALAH 2

ICANN juga menegaskan apabila data yang diberikan tidak akurat ketika mendaftar domain, dan tidak dapat mengonfirmasi kebenaran data dalam kurun waktu sekitar tujuh haru atau lima belas hari, maka domain akan pendaftaran ditangguhkan dan dibatalkan.

Adapun informasi yang disimpan di WHOIS adalah:

  1. Nama
  2. Alamat
  3. Nomor telepon
  4. Alamat email

Informasi tersebut sangat sensitif untuk dimiliki oleh orang lain, terlebih lagi secara umum dan gratis.

Apabila Anda tidak ingin informasi sensitif Anda dapat dengan mudahnya diakses oleh orang lain, gunakan layanan WHOIS Privacy.

Baca Juga: Plugin: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Website Anda

Apa Itu WHOIS Privacy?

WHOIS privacy protection adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk melindungi informasi sensitif pengguna pada WHOIS database.

Biasanya, WHOIS protection ini dapat dipilih ketika akan membeli domain, hanya saja menggunakan layanan ini tentu harus mengeluarkan biaya tambahan.

Setelah menggunakan WHOIS privacy, semua informasi akan disembunyikan dan disamarkan dengan informasi penyedia WHOIS domain privacy.

Misalnya email yang semula adalah email milik pengguna aslin, akan diubah dan disamarkan menjadi email@whoisprotection.cc.

Cara menggunakan WHOIS sangat mudah, Anda tinggal membuka website https://www.whois.com/whois/ dan masukkan nama domain yang diinginkan untuk memeriksa informasi di dalamnya.

Kesimpulan

WHOIS adalah database yang menyimpan informasi dan kontak para pemilik domain yang dapat diakses secara umum dengan gratis.

Layanan yang satu ini memang menjadi pro dan kontra di kalangan pengguna, ada yang was-was akan informasinya tersebar, ada pula yang terbantu karena dapat menemukan kontak pemilik domain untuk urusan bisnis.

Pengguna tidak perlu khawatir, karena mereka dapat menggunakan WHOIS protection yang dapat diperoleh ketika mendaftarkan domain.

Meski berbayar, harga WHOIS protection tidak semahal harga satu domain dengan ekstensi .COM.

Apakah Anda memiliki domain dan sudah menggunakan WHOIS protection?

Jika belum, segera lindungi informasi Anda mengingat maraknya kejahatan online yang memanfaatkan identitas pribadi.

Leave a Reply